Jumat, 31 Juli 2015

Jenis Jenis alergi

disini tia akan memberi tahu apa2 saja alergi yang bisa terkena ditubuh kkta yaa
Mari kita liat :)

  • Yang pertama itu ada, Reaksi Anafilaktik (Shock Anafilaktik) merupakan bentuk alergi yang dapat membahayakan nyawa penderita. Biasanya menunjukkan manifestasi atau gejala yang berat, berupa gatal, kemerahan di kulit, sesak nafas, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, lengan, kaki), rasa cemas, gelisah hingga berujung kematian (shock anafilaktik) bila tidak ditangani segera. Alergi ini muncul sesaat atau beberapa saat setelah penderita kontak dengan alergen seperti kacang dari pohon (kenari, pistachio, kacang mete), kerang, udang, lobster, ikan, susu dan telur. Adapun sistem tubuh yang terlibat antara lain kulit, pernafasan, kardiovaskuler dan gastrointestinal. 
  • Yang kedua ada, Asma Bronchiale, merupakan sindrom klinis dengan ciri-ciri inflamasi (penyempitan) saluran nafas bawah (bronchus dan alveolus paru) yang bersifat reversibel akibat masuknya alergen ke saluran nafas. Bersifat genetik dan biasanya ditandai oleh adanya wheezing pada fase ekspirasi. Faktor resikonya antara lain adanya riwayat asma dalam keluarga, adanya reaksi allergen dengan IgE, penyakit pernafasan akibat virus, pajanan allergen udara, kegemukan, dll. 
    Urtikaria, merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang bervariasi. Sering juga disebut sebagai bidur atau kaligata. Urtikaria dapat tersebar pada berbagai tempat di kulit tubuh. Gejalanya dapat terjadi segera atau beberapa hari setelah kontak dengan bahan penyebab. Sebagian besar urtikaria yang kronik sulit diketahui penyebabnya. Salah satu cara untuk mengetahui pencetus alergi ialah dengan melakukan uji kulit (tes alergi). 
  • Yang ketiga ada, Angiodema, mirip dengan urtikaria yang merupakan gatal-gatal, bekas merah (pembengkakan atau bercak) dari berbagai ukuran yang tiba-tiba muncul dan menghilang pada kulit. Angiodema merupakan jenis bengkak, bilur-bilur besar dan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam, terutama dekat bibir dan mata. Dalam kebanyakan kasus tidak berbahaya dan tidak meninggalkan bekas pada kulit setelah sembuh. Dalam kasus pembengkakan dari angiodema dapat menyebabkan tenggorokan atau lidah menghalangi jalan nafas dan menyebabkan kehilangan kesadaran yang dapat mengancam nyawa. 
  • Yang keempat ada, Rhinitis Alergika, reaksi alergi yang melibatkan mukosa hidung, mata, tuba, eustachii, telinga tengah, rongga sinus dan faring. Biasanya ditandai dengan bersin-bersin di pagi hari atau ketika penderita terpajan alergen. Hidung menjadi buntu dan sukar bernafas.

Kamis, 30 Juli 2015

Hemolisa Darah

hemolisa adalah keluarnya hemoglobin dari dalam sel darah merah menuju ke cairan disekelilingnya. Keluarnya hemoglobin ini disebabkan karena pecahnya membran sel darah merah. Membran sel darah merah mudah dilalui atau ditembus oleh ion-ion H+,OH-, NH4+ dan juga oleh substansi2 lain seperti glukosa, as.amino, urea, dan as.urat. Sebaliknya membran sel darah merah tidak bisa ditembus oleh Na+, K+,Ca++, fosfat organik dan juga substansi lainnya seperti hemoglobin dan protein plasma. Membran ini disebut permeabel selektif, karena semi permeabel hanya dapat dilalui oleh air. Sedangkan ini karena melalui air dan substansi lain.
Ada 2 macam hemolisa, yaitu:
1. Hemolisa Osmotik
Terjadi karena adanya perbedaan yang besar antara tekanan osmosa cairan di dalam sel darah merah dengan cairan di sekelilingnya. Dalam hal ini tekanan osmosa isi sel jauh lebih besar daripada sel darah merah. Tekanan osmosa sel darah merah adalah 0,9% , sedangkan yang mempunyai hemolisis sempurna adalah 0,3%.
2. Hemolisa Kimiawi
Pada hemolisa kimiawi , membran sel darah merah dirusak oleh macam-macam substansi kimia. Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa dinding sel darah merah terutama terdiri dari lipid dan protein membentuk suatu lapisan yang disebut lipoprotein. Jadi setiap substansi kimia yang dapat melarutkan lemak dapat rusak atau melarutkan lemak yaitu kloroform, benzene, alkohol dan uruter dan asetate.substansi lain yang dpt merusak juga adalah bisa ular dan bisa kalajengking dll juga bisa

Rabu, 29 Juli 2015

Vena Punksi

A.Jelaskan prosedur punksi vena yang akan dilakukan secara lisan dan ringkas dengan bahasa yang dimengerti pasien, serta alasan dilakukannya tindakan ini agar pasien tidak takut dan kooperatif, kemudian mintalah persetujuan tindakan medis kepada pasien
B. Bila pasien setuju, mintalah pasien untuk duduk, atau berbaring dengan posisi supinasi
C. Lakukan cuci tangan dengan sabun atau savlon, dan gunakan sarung tangan steril
D. Bersihkan daerah tubuh yang akan diinjeksi dengan grrakan melingkar keluar (sentripetal), menggunakan cairan antiseptik (alkohol 70%)
E. Pasang torniquet dibagian proksimal daerah suntikan
F. Mintalah pasien untuk menggenggam jari jari tangannya berulang-ulang agar vena yang akan dipunksi terlihat jelas
G. Tahan kulit di dekat pembuluh vena dengan jari tangan yang dominant
H. Tusuklah kulit disamping vena dengan sudut lebih kurang 30 derejat terhadap permukaan kulit dan kemudian arahkan jarum ke dalam vena
 I. Pastikan lubang jarum menghadap ke atas
J. Kurangi sudut jarum sedikit dan gunakan tangan non dominan untuk menarik penghisap
K. Aspirasi sedikit, jika dijumpai darah dan lanjutkan aspirasi darah dan perlahan lahan sesuai kebutuhan, sambil meregangkan torniquet, dan kepalan tangan dibuka perlahan-lahan
L. Hindari tusukan berkali kali, dan jarum suntik jangan sampai menembus keluar vena agar tidak terjadi hematome
M. Letakkan kapas alkohol diatas jarum, kemudian tarik dan keluarkan jarum dengan cepat
N. Tekan bekas suntikkan dengan menggunkan kapas alkohol selama lebih kurang 5 menit atau minta pasien untuk melipat tangannya. Pasanglah plester jika perlu

Alergi

Jenis jenis alergi ada
A. Anafilaksis
Alergen umumnya itu : obat,serum,kacang
Gambaran : edema dengan peningkatan permeabilitas vaskular, berkembang menjadi kolaps sirkulasi dan kemungkinan meninggal
B. Urtikaria akut
Alergen umumnya itu : sengatan serangga
Gambaran: bentol dan merah didaerah sengatan, dapat pula menimbulkan reaksi tipe IV
C. Rintis Alergi
Alergen umumnya itu : polen, debu rumah
Gambaran : edema dan iritasi mukosa nassal
D. Asma
Alergen umumnya itu : polen,debu rumah
Gambaran : inflamasi saluran nafas
E. Makanan
Alergen umumnya itu : kerang, susu, telur
Gambaran : urtikaria yang gatal yang dapat menimbulkan anafilaksis
F. Ekze atopi
Alergen umunya itu : debu rumah, beberapa makanan
Gambaran : inflamasi pada kulit yang terasa gatal, biasanya merah kadang pula terdapat vaskular

Neoplasma

Pertumbuhan baru massa abnormal jaringan pertumbuhannya yang berlebihan dan tidak terkordinasi dengan pertumbuhan jaringan normal serta terisi sedemikian rupa walaupun rangsangannya telah dihentikan.
Tumor terbagi 2 yaitu:
1. Tumor Jinak
2. Tumor Ganas
Etiologi Neoplasma:
1. Riwayat keluarga dan gen terkait karsinoma
Penelitian menunjukkan wanita dengan saudara primer menderita karsinoma mamae, probabilitas terkena karsinoma mamae lebih tinggi 2-3 kali
2. Reproduksi
Henti haid lanjut dan siklus haid pendek merupakan faktor tinggi karsinoma mamae. Seumur hidup belum menikah dan lama menikah dan apabila partus lebih dari 30 tahun yang pertama kali juga faktor terkena karsinoma mamaer
3. Kelainan kel. Mamae
Jika suatu mamae sudah terkena, mamae kontralateral resikonya meningkat
4. Penggunaan obat dari masa lalu
Penggunaan jangka panjang obat insidennya lebih tinggi
5. Radiasi pengion
Kel. Mamae relatif peka terhadap radiasi pengio, paparan berlebih menyebabkan peluang kanker
6. Diet dan gizi
Diet tinggi lemak dan kalori berkaitan langsung dengan tingginya karsinoma mamae
Minum bir dapat meningkatkan kadar estrogen, wanita yang setiap hari minum bir, 3 kali berisiko terkena karsinoma mamae

Cara memasang Kateter Wanita

Tahap I : Perkenalan dan inform concent
1. Menyapa dan memperkenalkan diri dengan pasien/keluarga pasien
2. Menanyakan identitas pasien, cocokkan dengan data rekan medis
3. Membuat informed concent
Tahap II : Pelaksanaan
1. Semua alat-alat dalam keadaan steril dan diletakkan pada meja/troli yang ditutup dengan kain steril kecuali vial aquadest diletakkan diluar daerah steril
2. Memeriksa bahan yang diperlukan:
- Persiapan Alat
A. Meja atau troli ukuran sedang
B. Linen penutup steril
C. Kateter sesuai dengan ukuran
D. Urine bag
E. Dispossyble syringe
F. Xylocaine jelly 2%
G. Sarung tangan
H. Kapas
I. Pinset
J. Linen penutup
K. Aquadest
- Persiapan Pasien
1. Terlentang dengan kedua kaki fleksi dan kedua lutut diregangkan
2. Celana dibuka
3. Tutup abdomen hingga pubis dengan penutup linen
-Persiapan Dokter
1. Berdiri disebelah kanan
2.Pakai sarung tangan dengan metode hand to hand pakai dulu yg sebelah kanan
3. Pegang vial aquadest dengan menggunakan tangan kiri, bersihkan bagian atas vial dengan kapas alkohol, tusukkan jarum melslui tutup vial dan ambil larutan sebanyak 15cc
4. Simpan vial diluar daerah steril, pasang kembali tutup jarum dan letakkan syringe diatas meja
5. Pakai sarung tangan dengan menggunakan metode glove to glove untuk tangan kiri

3. Memasang Kateter
A. Cuci daerah vulva dengan kapas
B. Oleskan xylocaine jelly 2% secukupnya pada kateter
C. Buka labia dengan tangan kiri sampai meuatus uretra terlihat
D. Memasukkan kateter sesuai dengan ukuran ke dalam urethra, dengan menggunakan pinset masukkan kateter sampai sejauh 15cm
E. Isi balon kateter dengan aquadest 15cc
F. Tarik kateter sampai tertahan

Selasa, 07 Juli 2015

Hipersensitivitas

Hipersensitivitas (atau reaksi hipersensitivitas) adalah reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. Hipersensitivitas merupakan reaksi imun tipe I, namun berdasarkan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi, hipersensitivitas terbagi menjadi empat tipe lagi: tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV. Penyakit tertentu dapat dikarenakan satu atau beberapa jenis reaksi hipersensitivitas.


Hipersensitivitas Tipe I

Tes alergi (hipersensitivitas tipe I) pada kulit.
Hipersensitifitas tipe I disebut juga sebagai hipersensitivitas langsung atau anafilaktik. Reaksi ini berhubungan dengan kulit, mata, nasofaring, jaringan bronkopulmonari, dan saluran gastrointestinal. Reaksi ini dapat mengakibatkan gejala yang beragam, mulai dari ketidaknyamanan kecil hingga kematian. Waktu reaksi berkisar antara 15-30 menit setelah terpapar antigen, namun terkadang juga dapat mengalami keterlambatan awal hingga 10-12 jam. Hipersensitivitas tipe I diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE). Komponen seluler utama pada reaksi ini adalah mastosit atau basofil. Reaksi ini diperkuat dan dipengaruhi oleh keping darah, neutrofil, dan eosinofil.
Uji diagnostik yang dapat digunakan untuk mendeteksi hipersensitivitas tipe I adalah tes kulit (tusukan dan intradermal) dan ELISA untuk mengukur IgE total dan antibodi IgE spesifik untuk melawan alergen (antigen tertentu penyebab alergi) yang dicurigai. Peningkatan kadar IgE merupakan salah satu penanda terjadinya alergi akibat hipersensitivitas pada bagian yang tidak terpapar langsung oleh alergen). Namun, peningkatan IgE juga dapat dikarenakan beberapa penyakit non-atopik seperti infeksi cacing, mieloma, dll. Pengobatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi hipersensitivitas tipe I adalah menggunakan anti-histamin untuk memblokir reseptor histamin, penggunaan Imunoglobulin G (IgG), hyposensitization (imunoterapi atau desensitization) untuk beberapa alergi tertentu.[1]

Hipersensitivitas Tipe II

Pemfigus, contoh hipersensitivitas tipe II pada anjing.
Hipersensitivitas tipe II diakibatkan oleh antibodi berupa imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin E (IgE) untuk melawan antigen pada permukaan sel dan matriks ekstraseluler. Kerusakan akan terbatas atau spesifik pada sel atau jaringan yang secara langsung berhubungan dengan antigen tersebut. Pada umumnya, antibodi yang langsung berinteraksi dengan antigen permukaan sel akan bersifat patogenik dan menimbulkan kerusakan pada target sel.[2]
Hipersensitivitas dapat melibatkan reaksi komplemen (atau reaksi silang) yang berikatan dengan antibodi sel sehingga dapat pula menimbulkan kerusakan jaringan. Beberapa tipe dari hipersensitivitas tipe II adalah:
  • Pemfigus (IgG bereaksi dengan senyawa intraseluler di antara sel epidermal),
  • Anemia hemolitik autoimun (dipicu obat-obatan seperti penisilin yang dapat menempel pada permukaan sel darah merah dan berperan seperti hapten untuk produksi antibodi kemudian berikatan dengan permukaan sel darah merah dan menyebabkan lisis sel darah merah), dan
  • Sindrom Goodpasture (IgG bereaksi dengan membran permukaan glomerulus sehingga menyebabkan kerusakan ginjal).[3]

Hipersensitivitas Tipe III

Hipersensitivitas tipe III merupakan hipersensitivitas kompleks imun. Hal ini disebabkan adanya pengendapan kompleks antigen-antibodi yang kecil dan terlarut di dalam jaringan. Hal ini ditandai dengan timbulnya inflamasi atau peradangan. Pada kondisi normal, kompleks antigen-antibodi yang diproduksi dalam jumlah besar dan seimbang akan dibersihkan dengan adanya fagosit. Namun, kadang-kadang, kehadiran bakteri, virus, lingkungan, atau antigen (spora fungi, bahan sayuran, atau hewan) yang persisten akan membuat tubuh secara otomatis memproduksi antibodi terhadap senyawa asing tersebut sehingga terjadi pengendapan kompleks antigen-antibodi secara terus-menerus. Hal ini juga terjadi pada penderita penyakit autoimun. Pengendapan kompleks antigen-antibodi tersebut akan menyebar pada membran sekresi aktif dan di dalam saluran kecil sehingga dapat memengaruhi beberapa organ, seperti kulit, ginjal, paru-paru, sendi, atau dalam bagian koroid pleksus otak.[4]
Patogenesis kompleks imun terdiri dari dua pola dasar, yaitu kompleks imun karena kelebihan antigen dan kompleks imun karena kelebihan antibodi. Kelebihan antigen kronis akan menimbulkan sakit serum (serum sickness) yang dapat memicu terjadinya artritis atau glomerulonefritis. Kompleks imun karena kelebihan antibodi disebut juga sebagai reaksi Arthus, diakibatkan oleh paparan antigen dalam dosis rendah yang terjadi dalam waktu lama sehingga menginduksi timbulnya kompleks dan kelebihan antibodi. Beberapa contoh sakit yang diakibatkan reaksi Arthus adalah spora Aspergillus clavatus dan A. fumigatus yang menimbulkan sakit pada paru-paru pekerja lahan gandum (malt) dan spora Penicillium casei pada paru-paru pembuat keju.[4]

Hipersensitivitas Tipe IV

Perbesaran biopsi paru-paru dari penderita hipersensitivitas pneumonitis menggunakan mikrograf.
Hipersensitivitas tipe IV dikenal sebagai hipersensitivitas yang diperantarai sel atau tipe lambat (delayed-type). Reaksi ini terjadi karena aktivitas perusakan jaringan oleh sel T dan makrofag. Waktu cukup lama dibutuhkan dalam reaksi ini untuk aktivasi dan diferensiasi sel T, sekresi sitokin dan kemokin, serta akumulasi makrofag dan leukosit lain pada daerah yang terkena paparan. Beberapa contoh umum dari hipersensitivitas tipe IV adalah hipersensitivitas pneumonitis, hipersensitivitas kontak (kontak dermatitis), dan reaksi hipersensitivitas tipe lambat kronis (delayed type hipersensitivity, DTH).[5]
Hipersensitivitas tipe IV dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan waktu awal timbulnya gejala, serta penampakan klinis dan histologis. Ketiga kategori tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.[1]

Wisata di Indonesia

Raja Ampat Papua

Raja Ampat Papua Tempat Wisata Terpopuler dan Terbaik Di Indonesia
Raja Ampat merupakan salah satu kepulauan kebanggan Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia tepatnya di daerah Papua Barat. Raja Ampat sangat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Hampir setengah spesies ikan di dunia ada di laut Raja Ampat. Disana juga terdapat banyak penginapan yang menyuguhkan kenyamanan dan keindahan pemandangan alam Raja Ampat.
  Pulau Bali
Pulau Bali Tempat Wisata Terpopuler dan Terbaik Di Indonesia
Bali merupakan tempat wisata di Indonesia yang sangat popular di dunia. Semua orang pasti akan mengenal Indonesia dari Bali. Di pulau Bali ada banyak tempat wisata yang bisa anda kunjungi. Ada wisata pantai Kuta yang indah untuk menikmati matahari tenggelam. Ada Ubud yang menyediakan tempat wisata alam dengan suasana pedesaan dan juga ada tempat wisata lain yang tidak kalah indah seperti Bedugul, Tanah Lot dan masih banyak lainnya.

  Wisata Laut Bunaken

Wisata Laut Bunaken Tempat Wisata Terpopuler dan Terbaik Di Indonesia
Indonesia sangat terkenal dengan keindahan wisata bawah lautnya salah satunya adalah wisata taman laut bunaken. Bunaken terletak di provinsi Sulawesi Utara. Dengan melakukan snorkeling di laut Bunaken, anda akan dimanjakan dengan keindahan terumbu karang dan ikan yang sangat indah. Karena keindahan alam bawah lautnya, maka dari itu bunaken masuk kedalam 10 tempat wisata terpopuler dan terbaik di Indonesia.

  Yogyakarta

Candi Prambanan di Yogyakarta Tempat Wisata Terpopuler dan Terbaik Di Indonesia
Yogyakarta sangat terkenal dengan wisata budayanya. Keramahan warganya dan kenyamanan kota menjadi daya tarik utama kota yang biasa dijuluki dengan kota pelajar ini. Ada wisata sejarah seperti candi Prambanan, Borobudur, Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Bagi anda yang suka belanja dengan harga yang sangat murah, anda juga bisa berkunjung ke daerah Malioboro. Selain wisata sejarah dan budaya, anda juga bisa menikmati wisata kuliner yang beraneka macam dengan harga yang sangat murah.

  Pulau Lombok

pantai Senggigi di Pulau Lombok Tempat Wisata Terpopuler dan Terbaik Di Indonesia
Pulau Lombok terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok merupakan kumpulan dari beberapa pulau kecil. Wisata pulau Lombok sebagian besar adalah wisata pantai. Ada pantai Senggigi yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ada pulau Gili dengan beberapa pulau kecil seperti Gili air, Gili Terawangan dan Gili Meno yang mempunyai pasir putih bersih yang sangat indah, dengan keindahan itu tak salah pulau Lombok termasuk 10 tempat wisata terpopuler dan terbaik di Indonesia.

bahan berbahaya yang terkandung di rokok

Bahan kimia yang terkandung dalam rokok

Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok:
  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.

tempat menarik di sumatera utara

1. Taman Bermain Hillpark Sibolangit

Inilah taman bermain terbesar di Sumatera Utara, berada dalam kontur wilayah pegunungan dan berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari kota Medan. Hamparan perbukitan hijau adalah daya tarik lain yang dimiliki tempat wisata di Medan yang satu ini, selain juga udaranya yang sejuk dan bersih. Oleh karenanya, taman bermain ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Sumatera Utara.
Taman Bermain Hillpark Sibolangit
Hillpark Sibolangit memiliki konsep yang tidak berbeda jauh dengan Dufan di Jakarta atau Trans Studio di Bandung dan Makassar. Ada tiga tema besar yang dimiliki Hillpark Sibolangit, yaitu Lost City, Toon town, dan Heritage. Wahana yang tersedia diantaranya adalah Roller Coaster (Gelegar), Ferries Wheel (Kincir raksasa), 4D theatre, dan amphiteathre berkapasitas 1,200 untuk pertunjukan dan konser.


2. Tip Top Restaurant

Inilah salah satu tempat makan legendaris di Medan dengan usianya yang begitu tua sejak berdiri pada tahun 1929. Berlokasi di kawasan Kesawan yang adalah pula sentra bisnis di Medan, Tip Top Restaurant begitu populer di kalangan masyarakat Medan dari generasi ke generasi. Lokasinya yang sangat dekat dengan Tjong A Fie Mansion menjadikan kawasan Kesawan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik untuk dikunjungi.
Restoran yang mengadosi cafe gaya Eropa ini terkenal dengan aneka kua hasil olahan sendiri yang dimasak menggunakan oven batu sebagai pemanggangnya sejak tahun 1934. Meski demikian, ada juga menu sajian khas Indonesia bagi Anda yang ingin bersantap ikan goreng, kari, rendang, dan sebagainya. Juga, bistik di tempat kuliner Medan yang satu ini adalah salah satu yang recommended.